MENGENAL PRIBADI 30 PENDEKAR DAN PEMIKIR ISLAM DARI MASA KE MASA
1. KHALIFAH PERTAMA
ABU BAKAR
(wafat: 13 H./634 M.)
Khalifah pertama terkenal dalam sejarah dengan banyak nama, yang termasyhur
diantara nama-nama iitu ialah abu bakar dan ash shiddieq, kemudian al-‘athiq
dan Abdullah.
Menurut riwayat nama-nama dan gelar tersbut sama dikenal baginya pada zaman
islam dan zaman jahiliyah.
Pada zaman jahiliyah, abu bakar dikenal dengan gelar ash shiddieq, karena
dialah yang memegang urusan diyat sebagai wakil dari kaum Quraisy. Diyat-diyat
yang diurus dan ditetapkan oleh Abubakar dibenarkan dan diterima oleh kaum
Quraisy. Sedang diyat-diyat yang diurus oleh yang lainya mereka tidakj
membenarkan dan ragu-ragu untuk menerima dan melaksanakannya.
Abu bakar dikenal dengan gelar Al-athiq adalah karena cakap rupanya,
berasal dari kata “ataqah” yaitu segala yang baik. Menurutu satu pendapat
berasal dari kata “itqu” (membebaskan), karena ibunya tidak anak laki-lakinya
yang hidup, lalu membawa puteranya, abubakar, ke ka’bah lalu ia bermunajah: “ya
tuhanku, sesungguhnya anak ini adalah anak yang engkau bebeaskan dari api neraka,
maka berikanlah dai padaku. “diapun hidup lalu dikenal dengan nama al-athiq.
Menurut pendapat lain, dia adalah seorang dari tiga puteranya: ‘Atiq, Mu’taq,
dan Mu’atiq. Dinamakan demikian karena tafa’ul (mengharapkan) agar dia hidup
dan selamat dari kematian.
Menurut sebagian riwayat dia terkenal dengan nama abdul ka’bah pada zaman
jahiliyah dan dengan nama Abdullah pada zaman islam.
Pada zaman islam, ia dinamakan as- Shidieq,
karena ia membenarkan Nabi SAW. Tentang Isra; dan dinamakan Al-‘atiq, karena Nabi memberi
kabar gembira bahwa ia akan bebas dari api neraka. .
Adalah wajar kalau
Abubakar terkenal dengan gelar-gelar ini, sesuai dengan sebab-sebab pemberian
gelar-gelar itu, baik pada zaman Jahiliyah maupun pada zaman Islam. Dalam
riwayat hidupnya baik sebelum dan sesudah Islam terdapat hal-hal yang
membuktikan kewajaran pemberian nama-nama atau gelar-gelar ini.
Abubakar lahir pada
tahun kedua atau ketiga Tahun Gajah, kira-kira dua tahun lebih muda dari
Rasulullah saw. Namanya Abdullah bin Usman dan terkenal dengan panggiian Abu
Quhafah. Garis keturunannya bertemu dengan keturunan Nabi saw. pada Murrah bin
Ka’ab, yaitu kakek yang ketujuh. Kedua orang tuanya dari kaum Bani Taim yang
terkenal ramah dan sopan santun dan kaum wanitanya terkenal dengan sifat lincah
dan disenangi. Dikatakan, gadis-gadis Bani Taim adalah wanita yang paling
lincah dan paling disenangi suaminya.
Betapapun pangaruh
kasih sayang, sopan santun dan tingginya kebudayaan di kalangan Bani Taim,
namun ketinggian budi itu tampak dengan nyata dan indah pada keluarga
As-Shiddiq ra. yaitu hubungan cinta kasih yang selalu mengikat antara Abubakar,
bapanya, ibunya dan anak-anaknya. Tidak ada satu keluarga pada masanya yang
lebih indah hubungan kasih sayang antara anggota-anggotanya, selain keluarga
Abubakar. Memang ada seorang putera keluarga ini yang berada dalam barisan
kaum musyrikin memerangi Islam, dan hampir saja terjadi pertarungan antara dia
dengan bapaknya, tetapi bila kita abaikan cacat ini yang berupa cacat karena
faktor usia maka kita temukan hubungan kebapaan sangat erat dan tidak per nah
terjadi pendurhakaan setelah anak itu masuk Islam, demikian pula antara sesama
anggota keluarga yang Iain.
Abu Kuhafah hidup
sampai puteranya menjadi Khalifah yang disegani oleh orang-orang besar Mekah.
Dengan mata yang telah buta dia duduk di muka pintu rumahnya di Mekkah ketika
Abubakar datang mengerjakan Umrah sesudah di bai'at menjadi Khalifah. Seseorang
berkata kepada Abu Kuhafah: ”!tu puteramu,” lalu ia bangkit untuk
menemuinya. Melihat bapanya hendak bangkit, Abubakar turun dari kendaraan
sebelum unta merunduk, seraya berkata, ”Wahai ayah, janganlah berdiri!’.
Kemudian Abubakar
menemuinya, lalu memeluknya dan menciumnya di antara kedua matanya. Dari usia
kurang lebih 60 tahun. Abubakar tidak menunggu untanya merunduk untuk turun,
karena kasihan mclihat bapanya yang telah sulit bangkit dari tempat duduknya.
Abubakar ra. adalah
orang yang pertama masuk Islam, dan yang disepakati bahwa beliau adalah
laki-laki pertama yang masuk Islam, sedangkan Siti Khadijah adalah wanita
pertama masuk Islam. Ali ra. adalah anak-anak pertama yang masuk Islam dan Zaid
bin I laritsah adalah hamba sahaya pertama yang masuk Islam dan dialah yang
diangkat rnenjadi anak.
Nabi saw. bersabda, ”Tidak ada seorang pun
yang saya seru masuk Islam, kecuali ia angkuh, minta tempo dan ragu-ragu,
melainkan Abubakar tidaklah ia menangguhkan ketika saya mengajaknva masuk Islam
dan tidak ragu-ragu.
Untuk mengubah mental
manusia ke arah suasana yang baru memang tidak semudah mengganti baju. Untuk
menerima sesuatu atau seruan kebenaran, seseorang mungkin dihalangi oleh
perasaan takabur, kedudukannya terancam, ada yang menganggap mengganti yang
lama memang sulit, otak yang tidak terbuka dalam memahami dan memikirkan
sesuatu, memperturutkan hawa nafsu dan senang akan kebiasaan lama, fanatik buta
terhadap kebiasaan yang sudah menjadi anutannya, meskipun telah jelas jalan
lurus dan benar.
Takabur adalah sifat
yang menghalangi orang untuk mendengarkan sesuatu pendapat atau dakwah atau
merendah- sebelum yang didengarnya itu mendorongnya untuk menyetuju- inya atau
menolaknya.
Abubakar bukanlah orang
yang takabur dan angkuh, bahkan ia termasyhur karena bersifat sederhana
merendahkan diri. Ia tidaklah merasa kepemimpinannya bakal terancam oleh
manusia, karena dia berasal dari keluarga mulia di kalangan Quraisy. Namun
demikian ia tidak berlaku zalim dan aniaya.
Abubakar bukanlah orang
yang memperturutkan hawa nafsu, bahkan ia membenci maksiat yang tersebar luas
di antara orang-orang Jahiliyah di kalangan pemimpin mereka yang memiliki
kedudukan penting. Ia tidaklah fanatik kepada agama Jahiliyah dan ibadatnya,
bahkan barangkali ia membencinya dan melecehkan berhaladan dan akal
penyembah-penyembahnya. Apabila apa yang tersebut dalam
buku ”Anba'u nujabail abna-i” itu benar,maka Abubakar sama sekali tidak pernah menyembah
berhala. Abubakar berkata, ’’Tatkala saya menginjak usia baligh Abu Kuhafah
membawa saya ke tempat di mana terdapat patung-patung, lalu ia berkata,
’’Inilah Tuhanmu yang tertinggi” lalu ia pergi meninggalkan saya. Lalu saya
mendekati patung itu dan saya katakan kepadanya: ’’Saya lapar berilah makanan!
Ternyata patung itu tidak memenuhi permintaan saya, lalu saya katakan lagi:
’Saya tidak memiliki pakaian, berilah saya pakaian! Tetapi ia tidak menjawab.
Lalu saya menimpuknya dengan batu besar sehingga ia jatuh tersungkur.”
Ash Shiddiq bukanlah
pengecut atau penakut dan bukan pula pemberani yang kurang keberaniannya,
bahkan keberani- annya melebihi pahlawan-pahlawan tersohor pada masa Jahili-
yah dan Islam. Dia tetap tabah bersama Nabi dalam setiap pertempuran ketika
orang lain melarikan diri. Dia memperta- ruhkan hidupnya dalam perang murtad
padahal ia dapat menghindarkan diri dari padanya.
Gelar Ash Shiddiq amat
tepat baginya, karena memiliki tabiat yang benar dan lurus hatinya, tidak suka
menyeleweng dari keberanian yang diyakininya karena tidak terdapat dalam
hatinya sesuatu yang buruk. Dia terkenal dengan predikat Ash Shiddiq, karena
manusia mengetahui sifat benarnya sejak masa Jahiliyah dan sebelum ia memeluk
agama Islam. Dialah yang mengurus denda ganti rugi dan diyat dan mereka sangat
mempercayainya, berpegang pada janjinya dan yakin akan kejujurannya.
Abubakar penuh gairah
dan semangat terhadap apa yang diyakininya baik dan benar, dia berusaha supaya
orang lain meyakininya dan mendapat petunjuk dari padanya. Hal itu tampak dari
kecepatan menyampaikan risalah Islamiyah kepada yang lain setelah ia sendiri
mendapat petunjuk dari padanya.
Keberaniannya untuk
menyeru orang kepada keyakinannya tampak dari permintaannya yang sangat kepada
Nabi untuk menyatakan dan memperlihatkan Islam di salah satu bagian Masjidil
Haram padahal mereka belum sampai 40 orang jumlahnya. Sikapnya itu-tampak dalam
pidatonya di tengah-te- ngah kaum musyrikin menyeru mereka masuk Islam, sedang
kaum musyrikin mengintai mencari kesempatan untuk menganiayanya sehingga dalam
keadaan teraniaya ia ditinggalkan oleh mereka dengan anggapan dia sudah mati
atau segera akan mati.

Belum ada Komentar untuk " "
Posting Komentar